Siap Untuk Terluka

“Nasionalisme”,kata ini mungkin bukanlah sesuatu yang spesial bagi generasi bangsa dewasa ini. Hal ini tidak lagi menjadi insipirasi dan motivasi bagi anak bangsa. Tidak lagi membakar semangat seperti saat diucapkan pada masa-masa sebelum berdirinya Indonesia sebagai sebuah negara yang berdaulat. Kenyataan yang diterima generasi ini adalah mereka hanya sedikit berusaha menghagai kata itu “nasionalisme” dengan senyuman kecil.

Mereka tidak lagi merasakan apa yang dirasakan oleh para pendiri bangsa ini. Mereka tidak pernah atau barangkali belum pernah merasakan terjajah oleh bangsa lain. Mereka tidak pernah merasa bagaimana rasanya saat dipaksa bekerja, rasanya berperang dan kehilangan orang-orang terkasih di medan perang demi menghapuskan penjajahan dan untuk sebuah pengakuan akan negara yang berdaulat. Semua Keberagaman ini dapat menyatukan jika kita melihatnya sebagai keunikan serta dapat menghargai itu.

Lagu 'Akankah Terluka' Telah Siap Meluncur Dan Akan Menggebrak Music Tanah Air INDONESIA:D. Dan akhirnya siap menyambut orang baru dan membuka lembaran baru yang tak hanya diisi dengan dia yang telah membuatmu terluka. Cinta memang tak bisa memilih kenapa dia berlabuh tapi kau bisa memilih kepada siapa cinta itu pantas untuk dipertahankan.

Namun disisi lain keberagaman itu dapat menjadi duri dalam daging jika kita belum bisa atau bahkan belum siap untuk saling menerima. Keberagaman jika tidak didasari dengan keadilan, kesamaan dan persatuan, dapat memicu timbulnya kecemburuan dan persaingan. Yang satu merasa lebih penting dari yang lain. Yang satu merasa lebih tinggi dari yang lain dan mulailah melahirkan sikap eksklusif dari suku atau agama tertentu. Pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara Indonesia, disamping merupakan falsafah, ideologi, pandangan hidup dan nilai bangsa.

Hal ini berarti keberadaan Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia. Inilah yang memberikan ciri khas bangsa yang berbeda dengan bangsa lain yaitu pola pikir, sikap dan perilaku yang senantiasa mencerminkan nilai-nilai luhur yang terkadung dalam Pancasila. Namun faktanya Pancasila hanya seperti sebuah mimpi yang indah bagi negri ini. Yang ada bukan Pancasila yang melandasi pemikiran kelompok tertentu tetapi pemikiran kelompok itulah yang mengatasnamakan Pancasila. Mengamati dari sila pertama “Ketuhanan yang Mahaesa”. Menggambarkan bahwa Indonesia adalah negara yang mengakui adanya kuasa yang besar diluar kemampuan manusia.

Untuk

Namun hal ini bukan berarti Indonesia adalah negara yang hanya menganut satu agama tertentu. Dari sila pertama dapat dikatakan bahwa Pancasila sebagai dasar negara menjunjung tinggi kebebasan umat beragama. Namun, kenyataan yang ada semakin berbalik dari apa yang tertulis. Terjadinya pengrusakan beberapa tempat ibadah dari kaum minoritas dan saat hal ini terjadi pemerintah seolah takbisa berbuat apa-apa. Bagaimana generasi penerus bangsa dapat hidup dengan rukun satu dengan yang lain dan saling menghargai jika fakta yang selalu mereka lihat berbanding terbalik dari apa yang diajarkan untuk mereka. Sedangkan Pancasila sendiri menuntut untuk sampai pada pemahaman akan kebersamaan sekalipun berbeda.

Keadilan yang dimaksudkan disini ialah pemerataan pembangunan, pendidikan dan kesejahteraan rakyat. Mengapa rakyat yang hidup di daerah-daerah perbatasan lebih memilih berganti kewarganegaraan menjadi warga negara tetangga. Karena mereka melihat fakta bahwa kehidupan di negara lain lebih menjamin. Perbedaan yang terlihat amat mencolok dari daerah-daerah perbatasan Indonesia dan negara lain. Sedangkan kita hanya lebih banyak terfokus dengan permasalahan ibu kota negara yang macet, dengan permasalah pertikaian selebritis, dengan permasalah koprusi yang tak kunjung habisnya. Humne li hai shapath all episode download. Namun kita lupa bahkan mungkin tidak pernah mengingat dan mengalihkan pandangan kita kepada saudara-saudara sebangsa kita yang hidupnya amat memprihatikan.

Mereka bahkan tidak mempunyai guru tetap dalam sebuah sekolah, mereka bahkan harus membayar sampai empat bahkan lima kali lipat dari beberapa rupiah yang kita pakai untuk mendapatkan makanan yang rasa dan kualitasnya sama dengan yang kita makan. Nasionalisme tidak hanya dibutuhkan saat kita menjadi negara jajahan. Nasionalisme tidak hanya dibutuhkan dimasa-masa sebelum merdeka. Namun nasionalisme terus dibutuhkan bahkan setelah merdeka demi mempertahakan keutuhan sebuah negara. Nasionalisme bukan hanya semangat melawan penjajahan dari bangsa lain.

Tetapi juga adalah semangat kita melawan penjajahan oleh diri kita sendiri; kemalasan kita, ketidakpedulian, kebodohan,bahkan ketertinggal di segala bidang. Hal ini masih menjadi PR bersama bagi bangsa ini.

Nasionalisme juga berarti peduli kepada bangsa karena mencintai berarti peduli mencintai negri berarti mencintai bangsanya dan menginginkan yang terbaik. Mengusahakan persatuan bukan perpecahan. Diera globalisasi ini rasa nasionalisme sangat dibutuhkan untuk mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa. Bukan berarti kita harus membenci bangsa lain. Namun semangat nasionalisme membuat kita lebih meningkatkan kualitas bangsa dengan meningkatkan sumberdaya manusia yang kita miliki dan mempersiapkan diri untuk persaingan-persaingan baik segi ekonomi, sosial dan pendidikan yang telah menanti didepan mata.